Banner
Perpustakaan SMK N 1 BalikpapRadio Suara EdukasiDinas P & K Prov KaltimDITPSMK Kemdikbud RIBursa KerjaSimulasi Digital
Login Member
Username :
Password :
Jajak Pendapat
Apa saja yang telah dilakukan pada web sekolah SMKN 1 balikpapan
Sekedar Tahu dan Bangga
Memanfaatkan Fasilitas
Melakukan Interaksi
Melakukan KBM
Unduh dan Upload File
Lihat
Statistik

Total Hits : 1844805
Pengunjung : 335106
Hari ini : 153
Hits hari ini : 402
Member : 835
IP : 54.221.75.115
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

humassmknsatubpn@yahoo.co.id    
Agenda
19 November 2018
M
S
S
R
K
J
S
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
Twitter

Ini yang Terjadi pada Tubuh Usai Konsumsi Softdrink

Tanggal : 02-11-2018 08:46, dibaca 39 kali.

KOMPAS.com — Saat cuaca terik, pasti sangat menyenangkan minum softdrink (minuman ringan) dingin. Minuman bersoda sebenarnya dianggap tidak sehat karena kandungan gulanya yang tinggi. Minum soda justru membuat tubuh dehidrasi. Inilah sebabnya kita masih membutuhkan air atau kembali ingin meminumnya untuk menghidrasi tubuh.

Ketahui bagaimana efek gula yang tinggi pada tubuh. Dalam 10 sampai 15 menit pertama setelah minum, usus akan menyalurkan gula ke dalam darah dan meningkatkan kadar gula darah. Hal tersebut akan membuat tubuh bekerja ekstra untuk memproses gula tersebut.

Pankreas mengeluarkan insulin untuk membantu mengangkut gula, yang merupakan karbohidrat, ke otot untuk energi. Tapi, softdrink mengandung jumlah gula yang lebih besar daripada yang dibutuhkan otot.

Melem Zeytinoglu, dokter ahli endokrinologi, mengatakan, orang yang minum soda hingga 0,5 liter mendapatkan beban karbohidrat seluruh makanan melalui cairan. "Soda sering kali dikonsumsi sebagai tambahan makanan sehingga karbohidrat tambahan perlu diproses," ucapnya.

Gula ekstra tersebut tidak akan disimpan dalam jaringan otot, tetapi justru diubah menjadi lemak di hati. Ginjal juga berperan membantu membuang kelebihan gula melalui urine sehingga membuat tubuh kehilangan air. "Inilah yang turut meningkatkan risiko dehidrasi. Gula dan kafein dalam soda adalah kombinasi buruk bagi kesehatan," kata Zeytinoglu.

Riset yang dilakukan peneliti dari Princeton, AS, juga menemukan efek negatif tambahan dari konsumsi soda. Ketika para peneliti memberi makan tikus yang lapar dengan larutan manis, otak mereka melepaskan dopamine, zat kimia yang memicu motivasi dan rasa puas.


Ini adalah respons yang mirip dengan apa yang terjadi ketika seekor tikus diberi narkotika. Penelitian National Institutes of Health juga membuktikan, gula bisa menjadi lebih adiktif daripada kokain.

Walau demikian, kita tak perlu takut terhadap softdrink. Menurut ahli gizi bersertifikat, Cordialis Msora-Kasago, yang penting konsumsinya dibatasi.

Menurutnya, efek negatif soda terjadi saat intensitas minum soda sudah menjadi rutinitas. Selain konsumsi minuman bersoda, konsumsi makanan dan minuman berkadar gula tinggi lainnya juga akan memberi efek yang serupa pada tubuh.


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini yang Terjadi pada Tubuh Usai Konsumsi "Softdrink"", https://lifestyle.kompas.com/read/2018/10/25/113124220/ini-yang-terjadi-pada-tubuh-usai-konsumsi-softdrink
Penulis : Ariska Puspita Anggraini
Editor : Lusia Kus Anna



Pengirim : dms_rz


Artikel Lainnya :

   Kembali ke Atas

Kembali ke atas