Banner
Perpustakaan SMK N 1 BalikpapRadio Suara EdukasiDinas P & K Prov KaltimDITPSMK Kemdikbud RIBursa KerjaSimulasi Digital
Login Member
Username :
Password :
Jajak Pendapat
Apa saja yang telah dilakukan pada web sekolah SMKN 1 balikpapan
Sekedar Tahu dan Bangga
Memanfaatkan Fasilitas
Melakukan Interaksi
Melakukan KBM
Unduh dan Upload File
Lihat
Statistik

Total Hits : 1748128
Pengunjung : 315075
Hari ini : 293
Hits hari ini : 783
Member : 835
IP : 54.92.190.11
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

humassmknsatubpn@yahoo.co.id    
Agenda
19 September 2018
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
Twitter

Mari Memahami Kekuatan dari Sebuah Senyuman

Tanggal : 12-03-2018 09:42, dibaca 212 kali.

KOMPAS.com - Senyuman mengandung berjuta arti. Tidak semua senyuman mengekspresikan kehangatan dan kegembiraan. Riset dari University of Wisconsin-Madison, Amerika Serikat, mengungkapkan, tubuh manusia cenderung bereaksi berbeda terhadap senyuman. Reaksi tersebut tergantung pada pesan yang ingin disampaikan oleh senyuman. Mereka lantas menetapkan tiga jenis senyuman berdasarkan tujuannya.

Jenis pertama adalah senyuman 'dominasi' yang digunakan untuk menyampaikan status. Jenis berikutnya adalah senyum 'afiliasi' untuk mengomunikasikan sebuah ikatan dan menunjukkan bahwa orang yang ada di hadapan bukanlah ancaman.

Jenis terakhir adalah senyum 'penghargaan' yang bisa berupa senyum berseri untuk seseorang guna memberi tahu dia telah membuat kita berbahagia.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan halus dalam ekspresi wajah saat seseorang berbicara kepada kita secara mendasar dan dapat mengubah pengalaman, dan cara mereka menilai kita," kata Jared Martin selaku pemimpin riset.

Dalam riset tersebut, periset mencoba membuat mahasiswa lelaki merasa stres dengan memberi mereka minuman beralkohol yang disajikan dalam ukuran kecil, ditambah tugas pidato mendadak, yang dinilai melalui webcam oleh sesama mahasiswa. Periset juga menilai tingkat detak jantung dan kortisol atau hormon stres peserta riset tersebut.

"Jika mereka menerima senyuman dominasi, yang akan mereka anggap negatif dan kritis, mereka merasa lebih stres, kortisol mereka naik dan terjaga lebih lama setelah melakukan pidato," kata Paula Niedenthal, salah satu peneliti dalam riset.


"Jika mereka menerima seyuman penghargaan, mereka menganggapnya sebagai penerimaan, dan hal itu membuat mereka tidak merasa stres dan tubuh mereka tidak menghasilkan banyak hormon kortisol," tambah Paula Niedenthal.

Peserta dengan perubahan tingkat detak jantung tinggi telah menunjukkan reaksi fisiologis yang lebih kuat terhadap senyuman yang berbeda.

Perlu kita ketahui bahwa perubahan tersebut tidak bersifat bawaan dan tak bisa diubah. Namun, menurut Jared Martin, kelainan tertentu seperti obesitas, penyakit kardiovaskular, kegelisahan, dan depresi dapat mengakibatkan perubahan denyut jantung. Inilah yang membuat periset menemukan kesulitan untuk mengenali reaksi fisiologis untuk mengenali dan bereaksi terhadap sinyal sosial seperti reaksi terhadap jenis senyuman.


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mari Memahami Kekuatan dari Sebuah Senyuman...", https://lifestyle.kompas.com/read/2018/03/07/063000220/mari-memahami-kekuatan-dari-sebuah-senyuman-
Penulis : Ariska Puspita Anggraini
Editor : Glori K. Wadrianto



Pengirim : dms_rz


Artikel Lainnya :

   Kembali ke Atas

Kembali ke atas