Banner
Perpustakaan SMK N 1 BalikpapRadio Suara EdukasiDinas P & K Prov KaltimDITPSMK Kemdikbud RIBursa KerjaSimulasi Digital
Login Member
Username :
Password :
Jajak Pendapat
Apa saja yang telah dilakukan pada web sekolah SMKN 1 balikpapan
Sekedar Tahu dan Bangga
Memanfaatkan Fasilitas
Melakukan Interaksi
Melakukan KBM
Unduh dan Upload File
Lihat
Statistik

Total Hits : 1603637
Pengunjung : 278764
Hari ini : 200
Hits hari ini : 531
Member : 835
IP : 23.20.240.193
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

humassmknsatubpn@yahoo.co.id    
Agenda
25 May 2018
M
S
S
R
K
J
S
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Twitter

Seleksi Masuk PTN Diusulkan oleh Lembaga Independen

Tanggal : 01/16/2018, 08:14:54, dibaca 141 kali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sebaiknya dilakukan oleh lembaga independen dan lebih adil. "Melalui lembaga yang independen lebih adil bagi calon mahasiswa. Mereka tes beberapa kali, sementara dari sisi perguruan tinggi dapat mengukur kompetensi dengan lebih akurat," ujar pemerhati pendidikan dari Universitas Paramadina Totok Amin Soefijanto di Jakarta, Ahad (14/1).

Menurut Totok, dengan lembaga independen yang melakukan tes maka sama seperti seleksi calon mahasiswa di Amerika Serikat, yang menggunakan skema SAT Reasoning Test atau SAT yang dilakukan lembaga independen. Totok mengatakan selama ini penerimaan mahasiswa baru di Tanah Air, belum berdasarkan tes minat dan bakat, serta kompetensi dasar untuk bidang studi yang dituju.

Sebelumnya, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan ke depan tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) melalui pusat tes. Selama ini, SBMPTN selalu melalui tulis dengan risiko kebocaran soal sangat tinggi.

"Begitu juga yang diujikan belum tentu pas, yang kita lihat adalah, yang dilihat adalah potensi dari anak itu, karena terkadang pada saat anak di sekolah kurang rajin, karena terbatas oleh fasilitas sekolahnya. Kemudian ada anak SMA satu fasilitasnya lengkap tersedia semuanya. Ini kan nanti hasil SBMPTN-nya akan beda," kata dia.

Padahal, kemampuan akademiknya sangat mungkin sama. Melalui pusat tes itu, Kemristekdikti yang mencoba sistem tes seleksinya tidak seperti itu lagi.

Sementara itu, Ketua Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN/SBMPTN), Ravik Karsidi, mengatakan melalui pusat tes tersebut dapat menjangkau lebih banyak siswa. Melalui mekanisme itu, siswa dapat menggunakan perangkat gawainya sendiri yang kemudian diverifikasi oleh pihak panitia.

Pelaksanaannya pun bisa dimulai ketika anak di semester lima kelas XII SMA. Pihak Panitia baru akan memulainya pada 2019. "Jadi prinsipnya beri kemudahan semudahnya kepada masyarakat untuk mengikuti tes seleksi," cetus Ravik.





Berita Lainnya :

   Kembali ke Atas

Kembali ke atas