Banner
Perpustakaan SMK N 1 BalikpapRadio Suara EdukasiDinas P & K Prov KaltimDITPSMK Kemdikbud RIBursa KerjaSimulasi Digital
Login Member
Username :
Password :
Jajak Pendapat
Apa saja yang telah dilakukan pada web sekolah SMKN 1 balikpapan
Sekedar Tahu dan Bangga
Memanfaatkan Fasilitas
Melakukan Interaksi
Melakukan KBM
Unduh dan Upload File
Lihat
Statistik

Total Hits : 1603643
Pengunjung : 278764
Hari ini : 200
Hits hari ini : 537
Member : 835
IP : 23.20.240.193
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

humassmknsatubpn@yahoo.co.id    
Agenda
25 May 2018
M
S
S
R
K
J
S
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Twitter

Malware Berkamuflase Jadi Telegram Melalui Iklan

Tanggal : 01/18/2018, 09:21:16, dibaca 191 kali.

VIVA – Aplikasi pesan instan Telegram punya 'kembaran' namanya Teligram. Aplikasi ini bisa diunduh di Google Play. Sepintas tampilan Teligram mirip dengan yang aslinya.

Namun jangan terkecoh. Para peneliti dari perusahaan antivirus Symantec menemukan fakta bahwa aplikasi ini selain menawarkan fungsi sebagai aplikasi pesan instan juga menjalankan malware di-background.

Tak hanya itu, di dalamnya juga terdapat sajian berbagai macam iklan. Malware yang ada dalam Teligram adalah Trojan.Gen.2., yang sengaja diciptakan dengan menggunakan open source kode Telegram yang didistribusikan di toko aplikasi pihak ketiga. 

"Satu-satunya perbedaan, paling tidak sekilas, adalah pengejaan Telegram yang salah, dengan huruf 'i' menggantikan huruf 'e' dan ikon yang sedikit berbeda," kata John Hou, Symantec's Security Technology and Response (STAR), dikutip dari Lifehacker, Selasa, 16 Januari 2018.

John juga mengingatkan, sekali pengguna sudah menginstal maka malware bisa dimanfaatakan oleh hacker (peretas) untuk menginstal backdoor, jebakan iklan, atau melakukan kegiatan jahat lainnya.

Dengan begitu, pengguna akan menjadi sulit untuk membedakannya. "Teligram menampilkan iklan dalam dua cara yang berbeda.

Di dalam daftar chat dan menampilkan iklan yang memenuhi layar," ujarnya. Google sudah memblokir aplikasi Teligram tersebut.

https://www.viva.co.id/digital/digilife/997100-malware-berkamuflase-jadi-telegram-melalui-iklan )





Berita Lainnya :

   Kembali ke Atas

Kembali ke atas