Banner
Perpustakaan SMK N 1 BalikpapRadio Suara EdukasiDinas P & K Prov KaltimDITPSMK Kemdikbud RIBursa KerjaSimulasi Digital
Login Member
Username :
Password :
Jajak Pendapat
Apa saja yang telah dilakukan pada web sekolah SMKN 1 balikpapan
Sekedar Tahu dan Bangga
Memanfaatkan Fasilitas
Melakukan Interaksi
Melakukan KBM
Unduh dan Upload File
Lihat
Statistik

Total Hits : 1603635
Pengunjung : 278764
Hari ini : 200
Hits hari ini : 529
Member : 835
IP : 23.20.240.193
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

humassmknsatubpn@yahoo.co.id    
Agenda
25 May 2018
M
S
S
R
K
J
S
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Twitter

Sudah 600 Anak Diimunisasi Difteri

Tanggal : 01/18/2018, 10:05:00, dibaca 212 kali.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan terus menggenjot vaksinasi difteri terhadap anak di bawah 19 tahun. Sampai Senin (15/1), sudah lebih dari 600 anak yang mendapat imunisasi. Selanjutnya, DKK akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk vaksinasi ke sekolah-sekolah secara bertahap.

Hal ini dilakukan setelah Balikpapan dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri, 2 Januari lalu. Sehingga, perlu dilakukan imunisasi melalui vaksinasi massal atau Outbreak Response Immunization (ORI) terhadap area terinfeksi atau lingkungan suspect positif, yakni di kawasan Kelurahan Margasari, Balikpapan Barat. 

Diketahui, pasien positif difteri berusia 16 tahun. Kepala DKK Balikpapan Balerina mengatakan, selain tempat tinggal, vaksinasi juga telah dilakukan di lokasi pasien bersekolah di MTs Negeri Muara Rapak. "Ada 600-an orang yang sudah kita vaksin. Kami sudah bersurat ke Disdik untuk pelaksanaan vaksinasi ke sekolah-sekolah lainnya. Kemungkinan pekan ini," kata Balerina.

Sementara itu, suspect positif difteri dari hasil pemeriksaan mikroskopis bertambah menjadi enam orang. Keenam suspect positif telah melakukan tes kultur di mana apus tenggorokan dikirim ke Surabaya untuk dicek apakah positif difteri atau negatif. Saat ini, DKK juga masih menanti hasil tes tersebut. 

Balerina menambahkan, vaksin yang disediakan hanya untuk anak-anak berusia 1–19 tahun. Bagi dewasa yang ingin divaksin, harus mendatangi spesialis dengan biaya sendiri. Menurutnya, memang tidak ada alokasi vaksin bagi dewasa. Pemerintah saat ini baru mengalokasikan vaksin bagi usia 1–19 tahun.

“Sementara yang ada sekarang di Balikpapan hanya vaksin bagi usia 7–19 tahun dan 1–5 tahun. Untuk vaksin usia 5–7 tahun masih dalam perjalanan dikirim dari pusat. "Kalau sudah ada baru divaksin. Kalau dewasa silakan mandiri, kecuali sudah positif berdasarkan hasil mikroskopis, baru kami berikan serum difteri," katanya. 

Bale belum menyebutkan enam suspect positif mikroskopis berasal dari kawasan mana saja di Balikpapan. Saat ini, isolasi dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanujoso Djatiwibowo dan Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB). 

"Yang mikroskopis positif akan diterapi, dicek secara kultur. Kalau negatif, mereka bisa pulang. Tapi saat ini, masih menunggu pemeriksaan kultur," tambahnya. 

Sebelumnya, Balerina menyebut anggaran yang dibutuhkan untuk vaksinasi atau ORI setelah penetapan KLB berada pada kisaran Rp 6 miliar. Dana itu selain diambil dari pos dana tak terduga APBD Balikpapan 2018, pemkot juga akan meminta bantuan Pemprov Kaltim dan Kementerian Kesehatan. KLB merupakan hal serius, di mana penanganannya bisa dijadikan prioritas dibanding kebutuhan lain. (rsh2/k15)

http://kaltim.prokal.co/read/news/322167-sudah-600-anak-diimunisasi-difteri.html )





Berita Lainnya :

   Kembali ke Atas

Kembali ke atas