Banner
PPDB Online Kaltim 2018-2019Perpustakaan SMK N 1 BalikpapRadio Suara EdukasiDinas P & K Prov KaltimDITPSMK Kemdikbud RIBursa Kerja
Login Member
Username :
Password :
Jajak Pendapat
Apa saja yang telah dilakukan pada web sekolah SMKN 1 balikpapan
Sekedar Tahu dan Bangga
Memanfaatkan Fasilitas
Melakukan Interaksi
Melakukan KBM
Unduh dan Upload File
Lihat
Statistik

Total Hits : 1684482
Pengunjung : 297104
Hari ini : 195
Hits hari ini : 631
Member : 835
IP : 54.224.2.123
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

humassmknsatubpn@yahoo.co.id    
Agenda
16 July 2018
M
S
S
R
K
J
S
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Twitter

CISSReC: Pengaturan Privasi di Facebook tak Berguna

Tanggal : 04/06/2018, 08:09:03, dibaca 134 kali.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi atau Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) menilai setting (pengaturan) privasi relatif tidak berguna saat pengguna masih terhubung dengan layanan pihak ketiga di Facebook

"Pengguna bisa masuk ke setting dan menghapus semua layanan pihak ketiga tersebut agar lebih aman," kata Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi CISSReC Pratama Persadha, Jumat (6/4) pagi, terkait dengan 1.096.666 data pengguna Facebook di Tanah Air diduga diambil dan diolah oleh Cambridge Analytica. 

Padahal, lanjut Pratama, sejak 4 April 2018 Facebook sudah mengeluarkan pernyataan, salah satunya adalah Facebook berjanji bahwa sejak 9 April 2018 di bagian atas news feed atau beranda akan muncul notifikasi aplikasi pihak ketiga apa saja yang dipakai pengguna Facebook.

"Nantinya pengguna Facebook bisa melakukan pilihan untuk menghapus pemakaian aplikasi tersebut pada akun masing-masing," kata Pratama yang pernah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Pengamanan Sinyal Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg). 

Selain itu, kata Pratama, Facebook juga mulai menghapus dan membatasi application program interface (API) atau antarmuka pemrograman aplikasi yang bisa diakses oleh aplikasi di Facebook. 

API pada grup, fan pagesFacebook Messenger, dan Instagram, kata pakar keamanan siber itu, hanya akan bisa diakses oleh aplikasi yang sudah mendapatkan persetujuan Facebook. 

"Ini berarti developer lokal yang selama ini mendapatkan keuntungan dengan membangun berbagai tools optimasi Facebook juga harus mendapatkan approval (persetujuan) terlebih dahulu," katanya.

Menurut dia, salah satu yang sangat krusial adalah Facebook menghapus fitur searching yang selama ini bisa menggunakan nomor seluler ataupun surat elektronik (surel)."Hal ini guna mengurangi praktik pengumpulan data oleh aplikasi pihak ketiga," kata pria kelahiran Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah ini  





Berita Lainnya :

   Kembali ke Atas

Kembali ke atas