Banner
Perpustakaan SMK N 1 BalikpapRadio Suara EdukasiDinas P & K Prov KaltimDITPSMK Kemdikbud RIBursa KerjaSimulasi Digital
Login Member
Username :
Password :
Jajak Pendapat
Apa saja yang telah dilakukan pada web sekolah SMKN 1 balikpapan
Sekedar Tahu dan Bangga
Memanfaatkan Fasilitas
Melakukan Interaksi
Melakukan KBM
Unduh dan Upload File
Lihat
Statistik

Total Hits : 1571691
Pengunjung : 269296
Hari ini : 187
Hits hari ini : 516
Member : 835
IP : 54.198.122.70
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

humassmknsatubpn@yahoo.co.id    
Agenda
24 April 2018
M
S
S
R
K
J
S
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Twitter

Menaker: Pendidikan Vokasi Bisa Jadi Pilihan Utama

Tanggal : 04/16/2018, 07:58:30, dibaca 18 kali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan pendidikan dan pelatihan vokasi bisa menjadi pilihan utama untuk menjembatani masyarakat masuk ke pasar kerja maupun berwira usaha. Oleh karena itu, masyarakat tidak boleh memandang pendidikan vokasi sebagai pilihan kedua.  

"Saya ingin mengajak masyarakat untuk meyakini bahwa pendidikan vokasi dapat menjembatani masuk pasar kerja atau berwirausaha," kata Hanif Dhakiri dikutip dari laman kemnaker.go.id, Ahad (15/4).  

Dia mengatakan selama ini masyarakat masih sering terjebak pada orientasi lembaga pendidikan umum. Namun ketika pilihan ada di pendidikan umum, tidak sedikit lulusannya malah kesulitan masuk ke pasar kerja.  

Dia berharap masyarakat dapat memilih pendidikan vokasi karena sistem pendidikan yang terapkan sudah disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. 

Selain pendidikan vokasi, Hanif menjelaskan pemerintah juga terus menggenjot peningkatan kompetensi angkatan kerja Indonesia melalui pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja (BLK).   

Tidak hanya diselenggarakan secara gratis, akses dan mutu pelatihan vokasi di BLK terus diperkuat.  

Apalagi, saat ini angkatan kerja Indonesia masih didominasi pendidikan menengah ke bawah (SD-SMP). Dari 128 juta orang angkatan kerja, sebesar 60,08 persen berpendidikan menengah ke bawah.  

"Sekarang pemerintah menggenjot pendidikan dan pelatihan vokasi. Sehingga mereka yang membutuhkan skill, membutuhkan keterampilan memiliki akses," kata dia. 





Berita Lainnya :

   Kembali ke Atas

Kembali ke atas