Banner
Perpustakaan SMK N 1 BalikpapRadio Suara EdukasiDinas P & K Prov KaltimDITPSMK Kemdikbud RIBursa KerjaSimulasi Digital
Login Member
Username :
Password :
Jajak Pendapat
Apa saja yang telah dilakukan pada web sekolah SMKN 1 balikpapan
Sekedar Tahu dan Bangga
Memanfaatkan Fasilitas
Melakukan Interaksi
Melakukan KBM
Unduh dan Upload File
Lihat
Statistik

Total Hits : 1633608
Pengunjung : 286959
Hari ini : 267
Hits hari ini : 910
Member : 835
IP : 54.81.105.205
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

humassmknsatubpn@yahoo.co.id    
Agenda
18 June 2018
M
S
S
R
K
J
S
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
Twitter

Kemendikbud: 40 Persen Siswa Kesulitan Jawab HOTS

Tanggal : 05/09/2018, 07:56:08, dibaca 79 kali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebutkan, sebanyak 40 persen siswa kesulitan menjawab soal yang membutuhkan daya nalar tinggi atau high order thinking skills (HOTS) pada Ujian Nasional (UN) 2018. Secara umum, terjadi penurunan rerata nilai UN, terutama untuk mata pelajaran Matematika, Fisika, dan Kimia. 

"Kalau tidak ada UN, kita tidak tahu ada sekian anak yang kesulitan mengerjakan soal," ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa. 

Totok menyebutkan ada indikasi kuat bahwa penurunan rerata nilai UN disebabkan oleh dua faktor. 

Faktor pertama ialah beberapa soal UNBK tingkat kesulitannya lebih tinggi dan dirasakan sulit oleh siswa. Faktor kedua adalah adanya perubahan moda dari Ujian Nasional Berbasis Kertas Pensil (UNKP) ke Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). 

Totok menyebutkan, secara rerata terjadi penurunan 0,93 poin untuk SMA baik negeri maupun swasta. Ia menjelaskan UN merupakan ujian berbasis standar sehingga apa yang diujikan apa yang seharusnya diajarkan bukan sudah diajarkan. 

"Jika sekolah kita mengajarkan apa yang sesungguhnya diajarkan, ditangkap dengan baik, UN seharusnya bisa dikerjakan," jelas dia. 

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Hamid Muhammad mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti hasil UN tersebut. Hamid berjanji akan tetap menjadikan hasil diagnosis ini sebagai salah satu acuan dalam pembuatan kebijakan peningkatan proses pembelajaran. 

"Hasil UN tahun ini semakin memberikan gambaran apa adanya tentang salah satu hasil belajar para siswa. Distorsi-distorsi pengukuran akan capaian siswa makin dapat dikurangi sehingga hasil UN tersebut bisa dijadikan pijakan yang lebih meyakinkan untuk perbaikan kualitas pendidikan," ujar Hamid.   





Berita Lainnya :

   Kembali ke Atas

Kembali ke atas