Banner
Perpustakaan SMK N 1 BalikpapRadio Suara EdukasiDinas P & K Prov KaltimDITPSMK Kemdikbud RIBursa KerjaSimulasi Digital
Login Member
Username :
Password :
Jajak Pendapat
Apa saja yang telah dilakukan pada web sekolah SMKN 1 balikpapan
Sekedar Tahu dan Bangga
Memanfaatkan Fasilitas
Melakukan Interaksi
Melakukan KBM
Unduh dan Upload File
Lihat
Statistik

Total Hits : 1843934
Pengunjung : 334877
Hari ini : 265
Hits hari ini : 978
Member : 835
IP : 54.82.73.21
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

humassmknsatubpn@yahoo.co.id    
Agenda
18 November 2018
M
S
S
R
K
J
S
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
Twitter

Mendikbud: Sistem Zonasi Landasan Penataan Sekolah

Tanggal : 05/24/2018, 08:23:34, dibaca 281 kali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan sistem zonasi merupakan landasan penataan reformasi sekolah mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). Kementerian Pendidkikan dan Kebudayaan berencaan melakukan penataan reformasi sekolah secara keseluruhan mulai dari TK hingga SMA.

Muhadjir mengatakan sistem zonasi tersebut akan mudah memperkirakan berapa lulusan untuk masing-masing jenjang pendidikan. Dia memberi contoh,  untuk jenjang SMP di daerah itu yang lulus sebanyak 300 siswa, tetapi yang masuk ke SMA hanya 200 siswa.

"Nah, sekolah bisa mencari kemana 100 siswa lainnya,” kata dia dalam acara buka bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Jakarta, Rabu (23/5).

Dengan demikian, dia mengatakan, nanti sekolah memiliki inisiatif untuk mencari siswa yang tidak sekolah. “Sehingga wajib belajar 12 tahun bisa dimanfaatkan," tambah dia.

Dengan adanya sistem zonasi tersebut, afirmasi yang diberikan adalah dari sekolah maju membina sekolah yang belum maju. Dengan sistem itu pula, ke depan tidak ada lagi sekolah favorit.

Sekolah swasta juga didorong untuk memiliki kualitas yang lebih bagus dari sekolah negeri. Dengan demikian, jika masyarakat tidak puas dengan pelayanan di sekolah negeri maka dapat mencari alternatif di sekolah swasta.

"Misalnya di sekolah publik, pelajaran agamanya kurang maka masyarakat bisa menyekolahkan anaknya di sekolah swasta yang berbasiskan agama. Begitu juga jika anaknya berbakat seni, masyarakat bisa menyekolahkan anak ke sekolah swasta yang bagus pelajaran seninya," papar dia.

Dalam kesempatan itu, dia juga menjelaskan bahwa soal-soal berbasiskan High Order Thinking Skills (HOTS) merupakan suatu keharusan agar siswa mempunyai keterampilan abad 21. Keterampilan abad 21 tersebut yakni komunikasi, kolaborasi, kemampuan berpikir kritis dan menyelesaikan masalah, serta kreatif dan inovasi. 

Sumber : Antara

http://republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/18/05/23/p96wd4428-mendikbud-sistem-zonasi-landasan-penataan-sekolah )





Berita Lainnya :

   Kembali ke Atas

Kembali ke atas