Banner
Perpustakaan SMK N 1 BalikpapRadio Suara EdukasiDinas P & K Prov KaltimDITPSMK Kemdikbud RIBursa KerjaSimulasi Digital
Login Member
Username :
Password :
Jajak Pendapat
Apa saja yang telah dilakukan pada web sekolah SMKN 1 balikpapan
Sekedar Tahu dan Bangga
Memanfaatkan Fasilitas
Melakukan Interaksi
Melakukan KBM
Unduh dan Upload File
Lihat
Statistik

Total Hits : 1571672
Pengunjung : 269295
Hari ini : 186
Hits hari ini : 497
Member : 835
IP : 54.198.122.70
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

humassmknsatubpn@yahoo.co.id    
Agenda
24 April 2018
M
S
S
R
K
J
S
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Twitter

7 Cara Cerdas tapi Simple untuk Menghadapi Orang yang Ribet

Tanggal : 16-04-2018 10:59, dibaca 7 kali.

Tanpa memandang usia atau status sosial kita, akan selalu ada beberapa orang yang sulit dipahami di luar sana, yang seakan tidak menginginkan apa pun selain untuk menindas dan meremehkan kita. Terkadang mereka adalah para rekan kerja kita sendiri, terkadang mereka adalah orang-orang gak terduga di lingkungan kita, terkadang mereka adalah pihak-pihak yang memang terbiasa tidak menjaga sikap.

Sangat sulit untuk membuat pilihan bijak dalam keadaan “panas”, baik cuaca maupun emosi. Namun ketika kita memilih untuk mengubah rasa sakit menjadi pertumbuhan dan kekuatan pribadi, kita tidak hanya meningkatkan kehidupan kita sendiri, kita juga akan meningkatkan kehidupan orang-orang yang kita cintai dan orang-orang yang menghargai kita. Dilansir dari marcandangel, ini 7 cara cerdas tapi simple yang bisa kamu terapkan untuk menghadapi orang yang ribet!

1. Berlatihlah untuk menjauhkan dirimu dari opini orang lain yang bias

Kamu mungkin tidak dapat mengendalikan semua hal yang dikatakan dan dilakukan orang, tetapi kamu dapat memutuskan untuk tidak terpengaruh oleh mereka. Cara orang memperlakukanmu adalah masalah mereka, bagaimana kamu merespons secara internal adalah masalahmu. Yang perlu kamu ingat adalah bahwa hal-hal yang dikatakan dan dilakukan orang kepada kamu jauh menggambarkan lebih banyak tentang mereka, daripada kamu. Reaksi orang terhadap kamu menunjukkan perspektif, bias, dan pengalaman masa lalu mereka.

Apakah kamu tahu orang berpikir bahwa kamu luar biasa atau menganggap kamu menjijikkan? sekali lagi, tindakan mereka lebih menunjukkan diri asli mereka dan bagaimana mereka memandang dunia. Dalam banyak kasus, jauh lebih produktif dan sehat untuk merelakan pendapat orang lain, termasuk yang baik dan buruk tentang kamu, dan lebih memandang intuisi serta wawasan kamu sendiri sebagai panduan kamu.

2. Doakan yang terbaik untuk mereka dan terus jalani harimu seperti seharusnya

Jangan menurunkan standarmu, tetapi ingat bahwa menghapus ekspektasimu terhadap orang lain adalah cara terbaik untuk menghindari kekecewaan terhadap mereka. Sadarilah bahwa tidak ada alasan untuk mengharapkan orang lain memperlakukan kamu sebagaimana kamu memperlakukan mereka, karena tidak semua orang memiliki hati yang sama seperti kamu. Renungkan itu. Resapi benar-benar. Pada akhirnya, ujian hidup yang sebenarnya adalah bersikap baik kepada orang-orang yang tidak ramah. Dan ya, kamu selalu bisa berdiri tegak dan bersikap tulus kepada orang-orang yang sangat tidak sejalan denganmu. 

Ingatkan dirimu bahwa kamu tidak pernah tahu apa yang telah dialami seseorang dalam hidup mereka, atau apa yang mereka alami hari ini. Lakukan saja yang terbaik untuk bersikap baik, murah hati, dan hormat, seperti tidak ada apa pun. Sejujurnya, semua orang yang paling sulit dan terdingin yang kamu temui pernah menjadi orang yang tulus. Sikapnya adalah hasil tragedi hidup. Jadi ketika orang kasar dan sulit, jadilah pihak yang perhatian, jadilah yang terbaik. Berikan orang-orang di sekitarmu " waktu istirahat" sebagaimana kamu harapkan dunia ini juga bisa memberimu. Kamu tidak akan menyesali tindakanmu ini.

3. Contohkan sikap dan perilaku yang ingin kamu lihat atau terima

Ketika seseorang bersikeras memaksakan permusuhan dan drama mereka padamu, jadilah teladan eksistensi sejati. Abaikan perilaku buruk mereka dan fokus pada belas kasih. Komunikasikan dan ekspresikan diri kamu dari tempat terdamaimu, dengan niat terbaik. Gunakan suara yang kamu miliki untuk kebaikan, untuk menginspirasi, mendorong, mendidik dan menyebarkan jenis perilaku yang ingin kamu lihat serta terima dari orang lain. Tentu saja lebih mudah dikatakan daripada dilakukan, karena dibutuhkan latihan jangka panjang. Yang terpenting adalah dibiasakan.

Ambil napas dalam-dalam dan beri contoh yang baik tentang bagaimana menghadapi kemarahan dan frustrasi. Coba untuk sabar dan berbelas kasih kepada mereka, sebagai bentuk menunjukkan cara positif dalam menangani orang yang sulit. Hal itu akan menghasilkanmu kemajuan, meskipun itu tidak instan.

4. Ambil kontrol positif dari percakapan-percakapan yang negatif

Tidak masalah kok untuk mengubah topik, berbicara tentang sesuatu yang positif, atau mengalihkan percakapan dari obrolan yang berisiko bikin baper beberapa pihak. Bersedialah untuk tidak setuju dengan orang yang sulit dan hadapi konsekuensinya. Beberapa orang benar-benar tidak mengenali kecenderungan sulit mereka sendiri atau perilaku tidak pengertian mereka. kamu bisa mencoba memberi tahu mereka yang seperti itu, karena kadang mereka memang butuh disadarkan.

“Saya merasa kayaknya kamu gak menganggap saya ada, sampai kamu membutuhkan sesuatu.” kamu juga bisa jujur jika sikap mereka yang terlalu negatif itulah yang membuat kamu pergi: “Saya mencoba fokus pada hal-hal positif. Hal baik apa yang bisa kita bicarakan? ”Ini mungkin berhasil dan mungkin tidak, tetapi kejujuran kamu akan membantu memastikan bahwa komunikasi apa pun yang terus berlanjut dibangun di atas landasan yang saling menguntungkan.

5. Bangun batasan-batasan yang sehat dan masuk akal secara proaktif

Latih dirimu untuk sadar akan perasaan dan kebutuhanmu. Perhatikan waktu dan keadaan saat kamu kesal dalam memenuhi kebutuhan orang lain. Secara bertahap bangun batasan dengan mengatakan “tidak” untuk permintaan serampangan yang menyebabkan kekesalah dalam diri kamu. Tentu saja, ini akan sulit pada awalnya karena mungkin terasa sedikit egois. Tetapi jika kamu pernah terbang di pesawat, kamu pasti tahu bahwa pramugari menginstruksikan penumpang untuk mengenakan masker oksigen mereka sendiri sebelum memakaikannya ke orang lain, bahkan anak-anak mereka sendiri. Kenapa begitu? Karena kamu tidak dapat membantu orang lain jika kamu ltak berdaya.

Dalam jangka panjang, secara proaktif, bangun dan tegakkan batasan-batasan yang sehat dan masuk akal dengan orang-orang yang ribet. Batasan-batasan tersebut akan menumbuhkan dan melestarikan yang terbaik darimu, sehingga kamu dapat berbagi yang terbaik dari diri kamu bersama orang-orang yang paling berarti. Bukan hanya dengan orang-orang sulit yang mencoba untuk membuat mu tetap terbelenggu.

6. Sisihkan waktu ekstra untuk dirimu sendiri

Orang-orang ribet yang berkubang dalam masalah mereka dan gagal fokus pada solusi jelas sulit untuk ditangani. Mereka ingin orang lain bergabung dengan kelompok “drama” mereka, sehingga mereka bisa merasa lebih baik soal diri mereka sendiri. Dan kamu mungkin merasa tertekan untuk selalu mendengarkan keluhan mereka, hanya karena kamu tidak ingin dilihat sebagai tidak berperasaan atau kasar, tetapi hanya ada perbedaan tipis antara meminjamkan telinga yang penuh kepedulian dan terhanyut ke dalam drama emosional mereka.

Jika kamu terpaksa tinggal atau bekerja dengan orang yang ribet, maka pastikan kamu mendapatkan waktu yang cukup untuk bersantai, beristirahat, dan memulihkan diri. Kamu harus memainkan peran sebagai "orang dewasa yang tetap terjaga fokus dan rasional”. Menghadapi kemuraman yang bertubi-tubi bisa melelahkan dan jika kamu tidak berhati-hati, sikap beracun mereka dapat menularimu. Jadi ingat bahwa bahkan orang-orang dengan gangguan klinis dan serius masih dapat memahami bahwa kamu memiliki kebutuhanmu sendiri juga, yang berarti kamu dapat dengan tenang memaklumi diri sendiri ketika kamu membutuhkannya.

7. Biarkan mereka tahu bahwa kamu, dengan segala hormat, tidak peduli

Yang ini pada dasarnya adalah pilihan terakhir. Jika kamu sudah mencoba yang terbaik untuk berkomunikasi dengan orang yang sulit, atau secara anggun menjauhkan diri dari mereka, tetapi mereka bersikeras untuk menyampurimu dan menyerangmu karena alasan apa pun, saatnya untuk mengatakan dan mengungkapkan bahwa kata-kata mereka tidak berarti.

Dalam situasi seperti itu, kamu juga perlu menambah satu lagi motto hidupmu: "Saya, dengan hormat, tidak peduli." Katakan kepada siapa pun yang tanpa henti melewati batasan dan toleransimu. Dan ingatkan dirimu sendiri bahwa kamu tidak melakukan kesalahan apa pun. Beberapa orang pasti akan menghakimimu tak peduli apa pun yang kamu lakukan, dan itu tidak masalah. Itu artinya kamu sudah mempengaruhi hidup mereka; jangan biarkan mereka mempengaruhi sebaliknya.

Orang ribet memang gak perlu dipikirkan karena tidak akan ada faedahnya untukmu. Lagipula kamu gak perlu menyalahkan mereka juga atas emosimu, karena kamu lah yang bisa mengontrol bahagia atau tidaknya hari yang sedang kamu hadapi. Semangat ya menghadapi orang seperti ini!

https://life.idntimes.com/relationship/bayu/cara-menghadapi-orang-yang-ribet/full )



Pengirim : dms_rz


Artikel Lainnya :

   Kembali ke Atas

Kembali ke atas